Ini adalah kali pertama ku menulis di blog, ga tau juga apa yang membuatku termotivasi untuk menulis di blog. Tapi, tiba-tiba saja ada keinginan untuk melakukannya. Agak aneh emang ya:) , maka maafkan daku kalau tulisannya masih kurang bagus hehe..
(kue ulangtahun tahun lalu pemberian kakak kos)
Tepat seminggu yang lalu, aku memasuki lembaran baru, yap tahap usia dimana seseorang dituntut untuk menjadi lebih berpikir tentang tujuan hidupnya dan pengabdian hidupnya.Bersyukur. Itu pasti. Kepala 2. Itu julukannya. Di hari itu,aku sempat berpikir, apakah di tahap ini aku bisa melaluinya(?), tapi percaya aja pasti kita selalu diberkati:), di hari itu juga aku mengingat kenanganku yang dulu.
(anak-anak panti asuhan yang bernyani rohani)
Nah, di blog pertama ini aku ingin bercerita bagaimana pertama kali ragaku seperti dipukul saat itu yang masih berhubungan dengan kenangan itu(kebetulan aku masih menyimpan fotonya). Ya, ditempat ini. Panti Asuhan Agape. Letaknya tak jauh dari rumahku, tapi aku baru pertama kali ketempat itu, itupun dalam rangka Memperingati Paskah yang digagas oleh RHKBP Tembesi(perkumpulan remaja gereja) ,kali itu tepatnya sehari sebelum hari peringatan ulangtahunku yang ke-15, 25 April 2014.
Saat pertama kali masuk ke tempat ini aku merasa biasa aja,ada banyak anak-anak disana yang menyalami kami dan kami memulai ibadah biasa. Tapi, dipertengahan disaat sesi sharing dan pengalaman, pemilik panti itu bercerita tentang anak-anak yang ada di panti itu semua yatim piatu karena peristiwa gempa di Nias dan Mentawai dan mereka membawanya ke Batam. Tapi, anak-anak disitu semuanya terlihat bahagia walaupun harus hidup di panti asuhan yang tidak begitu besar ruangannya serta bernyanyi dengan gembira. Saat itu, entah kenapa aku tersentak dengan berpikir selama ini aku masih kurang bersyukur, gatau kenapa aku tiba-tiba sedih dan berkaca-kaca. Sebelumnya, aku berpikir hidupku ku anggap berkekurangan, ga pernah sekalipun bersyukur dan banyak masalah di tahun sebelumnya. Aku berpikir Tuhan ga adil. Tapi dikesempatan kali itu aku seperti ditampar"lihat ini def".
Setelah itu, kami pulang dan berbagi sedikit hadiah kecil kepada mereka. Saat akan pulang, ada anak kecil yang tiba-tiba menghampiri sambil bilang"Selamat ulang tahun ya kak" (anak perempuan paling depan) padahal ultahku itu besoknya, lalu aku mengucapkan terimakasih dan terharu juga darimana adik itu tau.
Dan mulai detik itu, aku mulai disadarkan bahwa hidup itu kesempatan, dan wajib disyukuri apapun keadannya karena masih banyak yang kurang beruntung dibandingkan kita, tapi mereka tetap bersyukur.

